Call For Paper – eJournal Social Humanity

Call for Paper

SOCIAL HUMANITY: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora menerima naskah hasil penelitian untuk penerbitan Volume 2 Nomor 1 2018 (Juni).

Batas waktu penerimaan naskah yaitu 01 Juni 2018

Kami sarankan sebelum submit naskah agar membaca panduan submit dan template jurnal yang telah disediakan sehingga proses pemeriksaan artikel dapat berjalan lancar dan cepat.

Untuk informasi lebih lanjut dapat mengakses Jurnal kami.

http://jurnal.untad.ac.id/jurnal/index.php/JH

Penulis dapat menghubungi kami via email jurnalsocialhumanity@gmail.com

Terima kasih

2nd Session Call For Papers: Regional Conference on Environmental Management (RCEM) 2018

In regards for the high demand for article submissions, we opened 2nd session of submission for Regional Conference On Environmental Management (RCEM 2018). For the 2nd session, abstract submission deadline will be at 31st May 2018 and the notification of acceptance will be sent as soon as possible or at least by 9th June 2018. The full paper submission’s deadline will be at 30th June 2018.

All other aspects including conference topics and fees the same.

Background

Continuous exploitation of resources and unabated industrialization has made a tremendous influence locally and regionally. It had pushed up sustainability issues to new heights. New technologies and better information flows have inadvertently encouraged even more exploitation of the natural environment which directly and indirectly held a close link to humans’ livelihood. This applies to the developed as well as developing countries. In such a condition stakeholders engaging in sustainability issues are facing new problems, and the task has never been challenging. While traditional approach will continue to be employed, future research and practice on this increasingly complex issue will only be meaningful if stakeholders in this field are equipped with better knowledge and tools. New and multi-disciplinary methods have to be employed, better strategies have to be applied and new technologies have to be invented. This conference is aimed at bringing together stakeholders, researchers, and those in support of sustainability agendas to discuss the latest development in the ways in which our planet is being managed, and to chart future strategies in dealing with the changing conditions.

Objectives

The conference is aimed at achieving the following objectives:

  • As a venue of meeting among researchers in sustainability studies from the Asia Pacific Region
  • To report research findings on the latest development in methods of sustainability from own country’s experiences.
  • To share experiences in approaches, strategies, institutional arrangements and support in managing impacts of development on the sustainability issues.
  • To promote regional co-operation and networking among experts, managers, researchers and activists in sustainability studies

Conference Topics

The conference will cover topics in areas related to:

Environmental Management and Sustainability – Studies of sustainability, with a focus on environmental analyses

  • Environmental Sustainability & Human Consumption: Food and Water, Hunger and Thirst
  • Environmental Sustainability & Human Consumption: Waste
  • Environmental Sustainability & Environmental Management: Freshwater, Oceans and Seas
  • Environmental Sustainability & Environmental Management: Land Use & Misuse
  • Environmental Sustainability & Environmental Management: Atmosphere and Air

Management and Sustainability in Economic, Social and Cultural Context – Studies of sustainability, with a focus on socio-cultural and economic analyses

  • Economic Sustainability: Environmental Challenges and Economic Growth
  • Economic Sustainability: Sustainable Businesses and CSR
  • Social Sustainability & Social Justice
  • Social Sustainability, War and Peace
  • Social Sustainability & Sustainable Living

Management and Sustainability Policy and Practice – Addressing sustainability agendas and the practices flowing from these in government, corporate and community sectors

Management Sustainability Education & Awareness – On teaching and learning about human relations to the environment, and raising community awareness of sustainability

Cultural Sustainability: Protecting, Preserving and Conserving

Energy: Environmental Degradation

Energy: Renewable Energy and Environmental Solutions

For more information regarding the Conference, please refer to the brochure that can be accessed from link below :

[siteorigin_widget class=”Spacer”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Button_Widget”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Headline_Widget”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”Spacer”][/siteorigin_widget]

Dies Natalis dan Refleksi 55 Tahun FISIP : Semangat Baru, Terus Melangkah Maju, Untuk Membangun FISIP Yang Lebih Baik

FISIP merayakan diesnatalis ke 55 (15/05) dengan tema “Semangat Baru, Terus Melangkah Maju untuk Membngun FSIP yang lebih baik”. Bertempat di Ruang Senat Lama fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan ini dihadiri oleh Dosen aktif, Dosen Pensiunan, Mahasiswa, Pegawai, Staf, serta Alumni yang diantaranya turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Palu.
Meski perayaan Diesnatalis Fisip tidak dirayakan tepat di hari jadinya yakni 8 Mei karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian SBMPTN, namun kegiatan tersebut berlangsung hikmat dengan suasana kekeluargaan. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Tadulako. Beliau mengungkapkan harapannya kepada FISIP.
“Dengan umur 55 tahun ini Wajah FISIP dapat di banggakan, dan saya kira wajah atau isi di dalamnya juga harus dibanggakan karena hanya dua program studi di Untad yang berakreditasi A, salah satunya ada di FISIP. Insha Allah kita optimis kedepannya semua prodi di FISIP ini akan berakreditasi A.”
Beliau juga mengungkapkan harapannya agar semua Fakultas di Untad dapat bersatu padu membesarkan Universitas Tadulako.

Donor Darah eLSAM FISIP

Kamis, 5 April 2018, Lembaga Studi Advokasi Mahasiswa (eLSAM) FISIP menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kegiatan yang berlangsung di ruang ujian Program Studi Ilmu Komunikasi ini merupakan hasil kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Anutapura.

Menurut Tulus Nurcholis sebagai ketua panitia, kegiatan donor darah ini dilakukan untuk membantu sesama dan membangkitkan rasa kemanusiaan dan peduli antar sesama. Dengan adanya kegiatan donor darah ini diharapkan civitas akademika Universitas Tadulako, khususnya civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dapat lebih peka dan peduli terhadap sesama.

Prof. Hafied Cangara, M.Sc. : Berikan Kesempatan Mereka Untuk Merubah Masa Depannya

Pada Kamis 5 April 2018, bertempat di ruang senat lantai 3 gedung dekanat FISIP, perwakilan dari Universitas Hasanuddin mengadakan sosialisasi program magister dan doktoral ilmu sosial dan lebih khususnya ilmu komunikasi. Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan sambutan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Muhammad Khairil, S.Ag., M.Si.. Kemudian rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sebuah pengantar dibawakan oleh Prof. Hafied Cangara, M.Sc., selaku Ketua Program Doktoral Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, dipandu oleh Dra. Sumarni Zainuddin, M.Si. selaku moderator didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan, Dr. Andi Mascunra Amir, M.Si..

Pada kesempatan itu, Prof. Hafied Cangara, M.Sc. memaparkan bagaimana pesatnya perkembangan ilmu sosial di Indonesia. Beliau memberikan contoh perkembangan lembaga pendidikan yang berfokus pada ilmu komunikasi yang tercatat hanya 5 program studi di tahun 1960an meningkat pesat hingga lebih dari 400 di tahun ini. Pesatnya perkembangan ini, menurut beliau, didasari oleh kebutuhan dan permintaan lulusan ilmu sosial yang mengerti dan paham, serta kritis. Selain itu faktor literasi media juga ikut memberi andil, melihat pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut Prof. Hafied, kemampuan membaca arus informasi dan beradaptasi terhadap berbagai sumber media merupakan salah satu aset yang harus dimiliki oleh para lulusan ilmu sosial, khususnya ilmu komunikasi. “Karena apapun medianya, informasi tetap diperlukan”, tambah beliau.

Proses sosialisasi dilakukan secara bergantian, dimana program magister dijelaskan oleh Dr. Muhammad Farid, M.Si. (Ketua Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin), dan program doktoral dijelaskan oleh Prof. Hafied Cangara, M.Sc.. Pada proses sosialisasi ini dipaparkan tata cara, ketentuan dan syarat-syarat untuk mendaftar pada program magister dan doktoral Universitas Hasanuddin yang menggunakan sistem multi-year (penerimaan dilakukan tiap semester).

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan kutipan Prof. Hafied mengenai lika-liku kehidupan kampus, terutama untuk mahasiswa yang hampir DO, “berikan kesempatan mereka untuk merubah masa depannya”.

Diskusi Etnografi Bedah Buku Resolusi Konflik : Jembatan Perdamaian

Senin, 19 Maret 2018, Pukul 13.30-15.30 WITA. Acara seri diskusi Etnografi Bedah Buku Resolusi Konflik : Jembatan Perdamaian yang bertempat di ruang senat lama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Menghadirkan Ichsan Malik sebagai penulis buku Resolusi Konflik: Jembatan Perdamaian. Kegiatan di buka oleh M. Junaidi selaku Ketua Program Studi Antropologi dan di pandu oleh Muhammad Nasrum selaku Dosen Program Studi Antropologi.

Ichsan, begitulah panggilan akrabnya, membuka dengan pembahasan tentang isi bukunya yang di dalamnya ada enam unsur topik yang menjadi ide utama dalam pembuatan buku. Poin penting yang beliau jelaskan yang pertama mengenai sejarah masa lalu yang disimpan di memori kita, yang maksudnya adalah semua kejadian yang terjadi akan tertanam di ingatan kita, akan turun menurun kepada anak cucu kita layaknya kita menceritakan sebuah cerita rakyat, dan tentu saja dapat menimbulkan sebuah masalah baru. Apabila memori yang kurang menyenangkan dan tersimpan kemudian diceritakan kembali maka dapat memunculkan konflik baru.

Selain pembahasan yang menjadi topik pembuka bedah buku, masih ada 5 (lima) lagi unsur topik yang menarik dari dalam buku tersebut. Bertitik tolak dari masalah yang tidak terselesaikan, penyebab konflik yang tidak ada penyelesaiannya adalah karena masalah dari konflik sebelumnya yang tidak terselesaikan, sehingga jika pada suatu waktu diungkit kembali maka akan menimbulkan konflik baru juga. Ingatan-ingatan yang disimpan, disini ingatan yang disimpan akan membentuk opini baru yang kemudian akan menjadi titik mula muncul kembali konflik baru. Bliau kemudian mengatakan bahwa tugas kita sekarang adalah bagaimana mengubah narasi negatif menjadi narasi positif, metodologi dalam brutalitas segi kekerasan, temuan yang menarik kompetitif disini menurut pengalaman pribadinya ia mengatakan bahwa yang terlibat konflik berlomba-lomba menjadi korban (menjadi orang yang diperlakukan tidak adil), dan yang terakhir adalah bertemunya rute.

Walaupun kegiatan berlangsung dengan berdesakan disebabkan oleh banyaknya peserta yang hadir dalam Bedah Buku tersebut, bukanlah menjadi alasan untuk para peserta tidak mengikuti acara sampai dengan selesai. Bagi Mahasiswa dan Dosen Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Antropologi Bedah Buku Resolusi Konflik : Jembatan Perdamaian adalah sesuatu yang sangat menarik untuk dibahas, karena hampir seluruh isi buku membahas bagaimana pengalaman pribadi dari bapak Ichsan dalam menangani konflik-konflik serta membantu memberikan pengetahuan baru bagi para peserta yang hadir tentang bagaimana konfilik-konflik bisa ditangani dengan benar.

Setelah Ichsan Malik membahas 6 (enam) ide pokok yang berada dalam bukunya, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang semakin membuat diskusi Bedah Buku menjadi semakin menarik. Setelah sesi tanya jawab selesai, kegiatan diakhiri dengan foto bersama.

Call For Papers: Regional Conference on Environmental Management (RCEM) 2018

Background

Continuous exploitation of resources and unabated industrialization has made a tremendous influence locally and regionally. It had pushed up sustainability issues to new heights. New technologies and better information flows have inadvertently encouraged even more exploitation of the natural environment which directly and indirectly held a close link to humans’ livelihood. This applies to the developed as well as developing countries. In such a condition stakeholders engaging in sustainability issues are facing new problems, and the task has never been challenging. While traditional approach will continue to be employed, future research and practice on this increasingly complex issue will only be meaningful if stakeholders in this field are equipped with better knowledge and tools. New and multi-disciplinary methods have to be employed, better strategies have to be applied and new technologies have to be invented. This conference is aimed at bringing together stakeholders, researchers, and those in support of sustainability agendas to discuss the latest development in the ways in which our planet is being managed, and to chart future strategies in dealing with the changing conditions.

Objectives

The conference is aimed at achieving the following objectives:

  • As a venue of meeting among researchers in sustainability studies from the Asia Pacific Region
  • To report research findings on the latest development in methods of sustainability from own country’s experiences.
  • To share experiences in approaches, strategies, institutional arrangements and support in managing impacts of development on the sustainability issues.
  • To promote regional co-operation and networking among experts, managers, researchers and activists in sustainability studies

Conference Topics

The conference will cover topics in areas related to:

Environmental Management and Sustainability – Studies of sustainability, with a focus on environmental analyses

  • Environmental Sustainability & Human Consumption: Food and Water, Hunger and Thirst
  • Environmental Sustainability & Human Consumption: Waste
  • Environmental Sustainability & Environmental Management: Freshwater, Oceans and Seas
  • Environmental Sustainability & Environmental Management: Land Use & Misuse
  • Environmental Sustainability & Environmental Management: Atmosphere and Air

Management and Sustainability in Economic, Social and Cultural Context – Studies of sustainability, with a focus on socio-cultural and economic analyses

  • Economic Sustainability: Environmental Challenges and Economic Growth
  • Economic Sustainability: Sustainable Businesses and CSR
  • Social Sustainability & Social Justice
  • Social Sustainability, War and Peace
  • Social Sustainability & Sustainable Living

Management and Sustainability Policy and Practice – Addressing sustainability agendas and the practices flowing from these in government, corporate and community sectors

Management Sustainability Education & Awareness – On teaching and learning about human relations to the environment, and raising community awareness of sustainability

Cultural Sustainability: Protecting, Preserving and Conserving

Energy: Environmental Degradation

Energy: Renewable Energy and Environmental Solutions

For more information regarding the Conference, please refer to the brochure that can be accessed from link below :

[siteorigin_widget class=”Spacer”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Button_Widget”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”SiteOrigin_Widget_Headline_Widget”][/siteorigin_widget]
[siteorigin_widget class=”Spacer”][/siteorigin_widget]

SPOT Datangkan Don Hasman

Jumat, 2 Meret 2018 SPOT (Sarana Pecinta Fotografi) mengadakan kegiatan Bincang Fotografi bertajuk Framing The Culture in Life. Usai Sholat Jumat, bertempat di Gedung Senat Lama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako kegiatan ini dibuka untuk umum dan diikuti oleh para penggiat Fotografi sekota Palu. Kegiatan ini bertujuan untuk silaturahmi sekaligus sharing antar sesama penggiat fotografi dan khususnya membahas tentang etnofotografi.

SPOT berhasil menghadirkan Don Hasman, salah satu dari 100 Fotografer terbaik dunia yang sudah terjun ke dunia Fotografi selama kurang lebih 62 tahun. Dalam kesempatan itu, Don membagi pengalamannya sebagai fotografer dan bagaimana ia keluar masuk ke pedalaman suku Badui untuk kurun waktu yang cukup lama. Dalam kesempatan itu SPOT ditantang oleh Om Don, untuk membuat buku Fotografi tentang Kota Palu. Tantangan tersebut disambut baik oleh SPOT sebagai projek yang akan mereka upayakan. Basrah, ketua SPOT mengaku kagum dengan sosok “Om Don”, begitu sapaan akrabnya, dan akan terus berkarya bersama SPOT untuk mencetak sosok penerus Om Don.

“Mungkin tidak akan sama persis, tapi setidaknya kami ingin bisa seperti Om Don. Spirit beliau patut dicontoh oleh anak-anak muda seperti kami.” Ungkap Basrah.

Meskipun kegiatan tersebut terbilang sukses, namun Basrah sempat mengungkapkan harapannya bagi pihak Fakultas maupun Universitas terkait persoalan dana kegiatan.

“Kami berharap dana kegiatan kemahasiswaan bisa lebih dimaksimalkan sehingga Lembaga-Lembaga Kemahasiswaan di FISIP ataupun Untad bisa lebih mudah dalam membuat kegiatan seperti ini. Dukungan materil, iya kami memang sangat butuh, karena kreatifitas juga tidak akan maksimal tanpa adanya dukungan materil.” Pungkasnya.

Posts navigation

1 2 3 6 7 8 9 10 11
Scroll to top