Uncategorized

Seminar Nasional Fisip: Tantangan Digitalisasi dalam disrupsi Pemerintahan daerah Berdampak

Palu — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako menggelar Seminar Nasional bertema “Disrupsi dan Digitalisasi dalam Pemerintahan Daerah: Tantangan, Peluang, dan Dampaknya terhadap Tata Kelola Publik”, Selasa (20 November 2025). Kegiatan ini menghadirkan akademisi Prof. Dr. Achmad Nurmandi, yang merupakan Rektor Universitas Muhammadyah Yogyakarta/UMY, birokrat yaitu Bupati Mamuju Tengah Dr. Arsal Aras, SE, M.Si dan dimoderatori oleh Dosen Senior program studi Ilmu Pemerintahan Fisip Prof. Dr. H. Irwan Waris, M.Si. kegiatan ini dihadiri oleh para Birokrat dari berbagai daerah baik di Sulawesi tengah maupun Sulawesi Barat. berbagai peneliti dari lingkungan Fisip dan mahasiswa dari S1, s2,dan S3, untuk membahas bagaimana perkembangan teknologi digital mengubah pola layanan publik serta tata kelola pemerintahan di tingkat daerah. Seminar ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi tengah diwakili oleh asisten bidang pemerintahan Dr. Fahruddin D. Yambas, M.Si. yang menekankan dukungan pemerintah Provinsi Sulawesi tengah atas berbagai pengkajian untuk menunjang tata kelola pemerintahan yang berbasis digital di sulawesi tengah. kegiatan ini juga dihadiri oleh Dekan FISIP Untad Dr. Muh. Nawawi, M.Si, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa era disrupsi digital bukan hanya fenomena teknologi, tetapi perubahan paradigma besar dalam tata kelola pemerintahan. “Digitalisasi membawa efisiensi, namun juga risiko. Pemerintah daerah harus gesit mengantisipasi dampak disrupsi agar pelayanan publik tidak tertinggal,” ujarnya. Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Si sebagai narasumber memaparkan materi kunci, antara lain mengenai transformasi digital dalam birokrasi, penerapan smart governance, keamanan data, tata kelola kelembagaan, serta implikasi sosial dari pesatnya pemanfaatan teknologi di daerah. Digitalisasi, menurut Bupati mamuju Tengah, telah meningkatkan akses informasi, mempercepat proses pelayanan, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor. Namun demikian, tantangan yang muncul juga signifikan: mulai dari ketimpangan infrastruktur, rendahnya literasi digital aparatur, hingga risiko kebocoran data dan kesenjangan digital antarwilayah. Dalam diskusi, peserta menyoroti dampak langsung digitalisasi terhadap stabilitas pemerintahan daerah. Modernisasi teknologi dinilai dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan resistensi aparatur, konflik kelembagaan, bahkan disinformasi yang mengganggu proses kebijakan. Para pembicara juga menekankan pentingnya perencanaan strategis dan peningkatan kapasitas ASN agar digitalisasi tidak sekadar proyek teknologi, tetapi benar-benar mendukung reformasi birokrasi. Kegiatan ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah kabupaten/kota, lembaga penelitian, serta mahasiswa. Seminar ditutup dengan rekomendasi untuk mendorong integrasi sistem digital, penguatan regulasi, serta percepatan literasi digital di kalangan aparatur dan masyarakat. Dengan terselenggaranya seminar nasional ini, FISIP Untad menegaskan komitmennya menjadi pusat kajian strategis dalam pengembangan tata kelola pemerintahan modern yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Info Fisip, Uncategorized

FISIP Untad Gelar Sepekan Diseminasi Penelitian, Angkat Isu Tata Kelola hingga Kebijakan Publik Berbasis Data

PALU – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menunjukkan komitmennya dalam hilirisasi riset dengan menggelar rangkaian kegiatan Diseminasi dan Pameran Hasil Penelitian selama sepekan, tepatnya pada 17 dan 19 November 2025, di Aula FISIP Untad. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi akademisi untuk mempublikasikan temuan-temuan ilmiah terbaru yang relevan bagi pembangunan daerah. Rangkaian acara ini secara konsisten menghadirkan panelis dan narasumber terkemuka, menyoroti urgensi penelitian ilmu sosial dalam menjawab tantangan kontemporer. Fase I: Fokus Tata Kelola dan Kesejahteraan (17 November) Pada Senin, 17 November 2025, diseminasi tahap pertama yang dimoderatori oleh Dr. A. Febri Herawati, M.I.Kom, fokus pada isu tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat. Empat peneliti senior yang memaparkan hasil riset mereka adalah Prof. Dr. Daswati, M.Si., Sisrinardi, S.IP., M.A., Dr. Fadliah, M.Si., dan Prof. Dr. Syahruddin Hattab, M.Si. Materi yang disajikan mengupas tuntas analisis kebijakan publik, efektivitas program pengentasan kemiskinan, serta dinamika politik lokal di Sulawesi Tengah. Temuan riset ini diharapkan menjadi acuan berbasis bukti (evidence-based) bagi perumusan kebijakan di tingkat pemerintah daerah. Fase II: Integrasi Riset dan Pameran Ilmiah (19 November) Rangkaian berlanjut pada Rabu, 19 November 2025, dengan acara yang lebih komprehensif, memadukan diseminasi ilmiah dengan pameran hasil penelitian. Sesi ini dimoderatori oleh Resmiwati, S. Sos., M. Si. Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Nur Ali, M. Si. sebagai Panelis, yang memberikan pandangan kritis mengenai tantangan penelitian ilmu sosial di era transformasi digital. Prof. Nur Ali menekankan perlunya integrasi riset lintas disiplin untuk menghasilkan solusi yang holistik. Tiga narasumber utama memaparkan temuannya, yaitu Dr. H. Nuraisyah, M.Si., Dr. Indah Ahdiah, M.Si., dan Angga Pradana, S.IP., M.A. Kehadiran narasumber muda seperti Angga Pradana juga diapresiasi sebagai dorongan bagi dosen junior untuk aktif dalam riset. Bersamaan dengan diseminasi, pameran hasil penelitian menampilkan visualisasi riset dosen dan mahasiswa, memungkinkan interaksi langsung antara peneliti dan peserta. Komitmen FISIP untuk Pembangunan Berbasis Data Dekan FISIP Untad Dr. Muh. Nawawi, M.Si. menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini adalah wujud tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mentransformasikan hasil penelitian menjadi manfaat praktis bagi masyarakat dan pemerintah. “Kami berkomitmen menjadikan hasil penelitian sebagai landasan ilmiah yang kuat untuk mendukung perencanaan dan pengambilan keputusan yang lebih baik di Sulawesi Tengah. Ilmu sosial harus menjadi motor penggerak pembangunan yang berkeadilan,” ujar Dekan. Rangkaian diseminasi ini ditutup dengan harapan agar kolaborasi penelitian antara akademisi, birokrat, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.menggali lebih dalam rekomendasi kebijakan dari hasil penelitian yang dipaparkan.

Info Fisip, Uncategorized

Focus Grup Diskusi Pemangku Kepentingan Penyusunan Renstra Fisip 2025-2030

Acara ini dilaksanakan pada 17 November 2025 di aula Fisip, kegiatan ini sejalan akan berakhirnya periode Rencana Strategi Fisip Untad tahun 2020-2025, Fisip Untad menyelenggarakan Fokus Grup diskusi (FGD) sebagai rangkaian penyusunan rencana strategis Fisip untuk 2025-2030. kegiatan FGD ini menghadirkan pengguna alumni Fisip yang berasal dari pemerintah daerah, pelaku usaha dan kelembagaan terkait seperti perbankkan dimana alumni Fisip berkiprah, hadir Kepala Dinas kependudukan dan keluarga berencana Kab. Sigi, alumni Fisip yang berasal dari berbagai ikatan alumni berdasarkan program studi yaitu Administrasi negara/Publik, Sosiologi, Antropologi, Ilmu pemerintahan dan Ilmu Komunikasi. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fisip Untad Dr. Muh. Nawawi, M.Si dan dihadiri oleh seluruh Wakil Dekan dilingkungan Fisip yaitu Wakil dekan I Dr. Moh. Irfan Mufti, M.Si, Wakil Dekan II Dr. M. Nur Alamsyah, S.IP.,M.Si, Wakil Dekan III Dr. Rismawati, S.Sos.,MA, ketua Senat Fisip, Ketua-Ketua Jurusan, Koordinator prodi, dosen, tendik dan perkailan mahasiswa yaitu ketua BEM Fisip, Parlemen mahasiswa Fisip, Ketua-ketua Himpunan mahasiswa program studi dan unit kegiatan mahasiswa fakultas se Fisip. Workshop yang mengunakan metode FGD ini menemukan beberapa rekomendasi untuk rencana strategis Fisip kedepan bahwa optimalisasi kemampuan informasi dan teknologi Fisip harus lebih maksimal, pemanfaatan media sosial Fisip sebagai sumber informasi alternatif bagi seluruh pemangku kepentingan terutama alumni, pembiayaan yang berbasis pada optimalisasi proses pendidikan berdampak yang memberikan dampak kepada peluang kerja dan optimalisasi dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan yang lebih baik dan kegiatan penelitian dan pengabdian yang lebih konstruktif dan berdampak baik kepada proses pendidikan di fisip untad, masyarakat dan dunia kerja (humas Fisipuntad).

Info Fisip, Uncategorized

Beladiri Karate Kokurikuler: Membangun Karakter dan disiplin Mahasiswa Fisip

Palu — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako sejak Tahun 2006 senantiasa mendorong penguatan karakter, disiplin, dan kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan kokurikuler Beladiri Karate dari aliran Gojukai. Program yang senantiasa dipertahankan pada program studi Antropologi dan Ilmu Pemerintahan adalah Beladiri Karate Kokurikuler, yang diikuti oleh ratusan mahasiswa pada 2 program studi tersebut . Kegiatan yang rutin dilaksanakan di halaman utama FISIP pada setiap Jumat dimulai pukul 07,30 – 09.00 dan dipandu oleh instruktur bersertifikat internasional dari perguruan Gojukai yang tergabung dalam IKGA (International Karate-Do Gojukai Association). Kegiatan Kokurikuler ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik dasar karate, tetapi juga pada pembentukan karakter mahasiswa. Melalui latihan yang terstruktur, peserta dibiasakan untuk mengembangkan disiplin waktu, etos kerja, konsentrasi, serta kemampuan kontrol diri. Dekan FISIP Untad, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler seperti beladiri memainkan peran penting dalam mendukung pencapaian Profil Lulusan FISIP yang berkarakter kuat dan siap bersaing di dunia kerja. “Mahasiswa FISIP tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya tahan mental, dan karakter kepemimpinan. Karate menjadi salah satu wadah strategis untuk menumbuhkan nilai-nilai tersebut,” ujarnya. Selain memperkuat nilai kedisiplinan, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kebugaran fisik mahasiswa, sekaligus mempererat solidaritas antarmahasiswa dari berbagai prodi. Beberapa peserta bahkan telah mengikuti ujian kenaikan tingkat dan berpartisipasi dalam kompetisi lokal maupun regional. Program kokurikuler Karate FISIP ini merupakan kolaborasi dengan pengurus Karatedo Gojukai Komisariat daerah (Komda) Sulawesi Tengah yang diketuai oleh Dr, M. Nur Alamsyah, S.IP.,M.Si sekaligus sebagai pemegang sertifikat internasional IKGA DAN III. kegiatan ini diharapkan akan membangun antusiasme mahasiswa untuk memiliki lkarekter yang baik. program ini berkomitmen mengembangkan program latihan yang lebih variatif, termasuk pengenalan teknik bela diri untuk perlindungan diri, latihan meditasi, hingga pembekalan etika dan filosofi karate. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu secara fisik, tetapi juga memahami makna keberanian, ketekunan, dan penghormatan yang menjadi roh dalam bela diri,” ungkapnya Dr. Muh. Junaidi, MA selaku salah seorang instruktur dalam program ini. Dengan terus berkembangnya aktivitas kokurikuler ini, FISIP Untad berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga tangguh secara mental dan berkarakter kuat, sejalan dengan visi fakultas dalam mencetak insan akademis yang unggul dan berdaya saing.

Uncategorized

Prodi Administrasi Publik Gelar Guest Lecture Internasional, Bedah Teori Kebijakan Publik Bersama Profesor dari Manchester

PALU – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako sukses menyelenggarakan Guest Lecture internasional sebagai bagian dari program DIKTISAINTEK BERDAMPAK. Acara ini memberikan wawasan mendalam mengenai teori dan praktik kebijakan publik kontemporer. Kuliah tamu ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 30 Oktober 2025, pukul 15.00 hingga 16.15 WITA, dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai Program Studi. Kebijakan sebagai Politik PraktisAcara ini menampilkan pembicara utama, Prof. Nick Turnbull, seorang Professor of Rhetoric and Public Policy dari University of Manchester, Inggris. Prof. Turnbull memaparkan materi dengan tajuk “Theorizing Policy as Practical Politics: Problems, Relations and Performance in Policy Work.” Dalam paparannya, Prof. Turnbull menjelaskan bahwa proses perumusan kebijakan tidak dapat dipisahkan dari dinamika politik praktis. Beliau menyoroti tiga aspek kunci dalam kerja kebijakan, yaitu: Problematika Kebijakan: Bagaimana masalah kebijakan didefinisikan dan dibingkai oleh aktor-aktor politik. Hubungan Kekuasaan: Interaksi antarlembaga dan kelompok kepentingan yang memengaruhi hasil kebijakan. Kinerja Kebijakan: Evaluasi kinerja kebijakan yang sering kali lebih bersifat retoris atau politis daripada sekadar teknis. Diskusi ini bertujuan untuk membongkar pandangan tradisional bahwa kebijakan hanyalah proses teknis-rasional, dan mengajak peserta untuk melihatnya sebagai arena politik yang kompleks. Mendekatkan Wawasan Global ke Mahasiswa LokalKegiatan Guest Lecture ini dimoderatori oleh dosen Program Studi Administrasi Publik Untad, Yulizar Pramudika Tawil, S.Sos., M.Si. Diskusi berlangsung interaktif, memberikan kesempatan kepada peserta, khususnya mahasiswa, untuk bertanya langsung kepada akademisi internasional mengenai isu-isu kebijakan di Indonesia. Koordinator Program Studi Administrasi Publik FISIP Untad Dr. Intam Kurnia, M.Si. menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan upaya nyata fakultas untuk membawa perspektif keilmuan kelas dunia ke lingkungan kampus. “Melalui Guest Lecture ini, mahasiswa kami mendapatkan pemahaman kritis tentang bagaimana kebijakan publik dirumuskan, melampaui sekadar teori buku teks. Ini sangat penting untuk membentuk analis kebijakan yang matang dan adaptif di masa depan,” ujarnya. Penyelenggaraan acara ini menegaskan komitmen FISIP Untad dalam melaksanakan program DIKTISAINTEK BERDAMPAK, yaitu kegiatan akademik yang menghasilkan wawasan dan pengetahuan yang relevan serta berdampak positif bagi pengembangan ilmu dan praktik administrasi publik di Indonesia.

Info Fisip, Uncategorized

Perkuat Mutu, Delegasi Prodi Administrasi Publik FISIP Untad Hadiri Konverensi IAPA di Kupang

KUPANG – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako menunjukkan komitmennya dalam memperkaya keilmuan dengan berpartisipasi aktif dalam International Association for Public Administration (IAPA) DPD Meeting, Congress & International Conference. Acara yang diselenggarakan di Universitas Nusa Cendana , Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), ini mengangkat tema sentral Indigenous Public Administration. Konferensi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dalam bidang administrasi publik, termasuk Ketua Umum IAPA, Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, S.Sos, M.Si. Delegasi Prodi Administrasi Publik FISIP Untad diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Mohamad Irfan Mufti, Drs., M.Si., dan Koordinator Program Studi Administrasi Publik, Dr. Intam Kurnia, M.Si. Fokus pada Kearifan Lokal dan Kontekstualisasi Ilmu Kehadiran delegasi FISIP Untad dalam forum IAPA ini bertujuan utama untuk memperluas wawasan keilmuan dan membangun jejaring kolaboratif dengan akademisi dari seluruh Indonesia. Fokus diskusi adalah bagaimana administrasi publik dapat diimplementasikan secara efektif dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal. Dr. Mohamad Irfan Mufti, S.E., M.Si., menyatakan bahwa partisipasi ini penting untuk mengontekstualisasikan ilmu administrasi publik dengan tantangan regional. “Tema Indigenous Public Administration sangat relevan bagi Sulawesi Tengah, di mana kearifan lokal dapat menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang berkelanjutan dan diterima masyarakat,” jelas Dr. Irfan. “Kami berupaya membawa pulang ide-ide segar tentang integrasi tradisi dan praktik administrasi modern.” Membangun Jejaring untuk Kolaborasi Riset Koordinator Program Studi Administrasi Publik, Dr. Intam Kurnia, M.Si., menambahkan bahwa forum ini dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan kemitraan antar-institusi. “Kami aktif menjalin komunikasi dengan Prodi dan fakultas lain yang hadir untuk membuka peluang kolaborasi riset bersama, pertukaran dosen, dan publikasi ilmiah. Pembangunan jejaring ini merupakan bagian fundamental dari peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Dr. Intam. Keterlibatan aktif Prodi Administrasi Publik FISIP Untad di Kongres IAPA ini menegaskan komitmen fakultas dalam memajukan ilmu administrasi publik yang responsif terhadap konteks lokal dan memperluas horizon keilmuan di tingkat nasional.

Uncategorized

Kolaborasi Fisip Untad, Kiprah civitas Akademika memperkuat Jejaring Nasional-Internasional dalam ADIPSI-KAPSIPI

Palu — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako kembali menunjukkan kiprah strategisnya dalam penguatan kolaborasi akademik, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui keterlibatannya dalam jejaring ADIPSI (Asosiasi Dekan FISIP Indonesia) dan KAPSIPI (Kesatuan Program Studi Ilmu Pemerintahan Indonesia). Partisipasi aktif civitas akademika FISIP Untad dalam berbagai agenda seminar, diskusi kebijakan, serta workshop yang difasilitasi ADIPSI–KAPSIPI mempertegas posisi fakultas sebagai bagian penting dari komunitas ilmiah nasional dan global. Dalam beberapa forum strategis yang digelar ADIPSI–KAPSIPI sepanjang tahun akademik ini, delegasi FISIP Untad memberikan pandangan konstruktif mengenai penguatan kurikulum berbasis kompetensi, inovasi pembelajaran digital, internasionalisasi program studi, serta pengembangan ekosistem riset kolaboratif. FISIP Untad juga berperan aktif dalam pembahasan isu tata kelola fakultas, akreditasi internasional, dan strategi peningkatan daya saing lulusan di tengah disrupsi global. menurut Dr. M. Nur Alamsyah, S.IP.,M.Si yang merupakan dosen pada program studi ilmu pemerintahan Fisip Untad yang juga terpilih sebagai Ketua Umum ADIPSI untuk tahun 2024-2027 bahwa Kolaborasi ini tidak hanya memperluas kerja sama antarfakultas di Indonesia, tetapi juga membuka ruang interaksi dengan jejaring akademik internasional yang terhubung melalui ADIPSI–KAPSIPI. salah satu wujudnya adalah menghadirkan perbagai narasumber dari berbagai negara yang menjadi mitra. sebagaimana dalam kegiatan di Semarang pada 26-27 November 2025 hadir Dr. Uday Chaterjee yang merupakan editor series sustainability in springer dari Vidyasagar University India. Sejumlah peluang kerja sama tengah dijajaki, di antaranya pertukaran dosen dan peneliti, inisiasi riset komparatif internasional, penyelenggaraan konferensi bersama, serta pembukaan akses publikasi terindeks global. Dekan FISIP Untad menegaskan bahwa penguatan jejaring nasional–internasional merupakan langkah strategis menuju reputasi akademik yang lebih kompetitif. “Keterlibatan aktif dalam ADIPSI–KAPSIPI memungkinkan FISIP Untad mengambil peran lebih besar dalam percakapan akademik nasional dan global. Ini adalah bagian dari upaya memperluas horizon keilmuan, meningkatkan kualitas tridarma, dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi dosen serta mahasiswa,” ujarnya. Melalui aktivitas berkelanjutan bersama ADIPSI–KAPSIPI, FISIP Untad memperkuat posisinya sebagai institusi yang progresif, inovatif, dan terhubung dengan jejaring pengetahuan internasional. Kiprah ini diharapkan semakin mempercepat transformasi akademik fakultas menuju standar global yang berdaya saing.

Uncategorized

Dekan Fisip Untad Menghadiri Pelantikan Ketua FORDEKIIS Menuju Kolaborasi Global

Yogyakarta — Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako Dr. Muh. nawawi, M.Si, hadir dalam rangkaian kegiatan Forum Dekan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (Fordekiis) yang diselenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 5-7 Oktober 2025. Kehadiran ini menjadi bagian dari komitmen FISIP Untad dalam memperkuat jejaring nasional dan Internasional serta meningkatkan kualitas tata kelola fakultas berbasis kolaborasi akademik. Kegiatan ini juga melaksanakan Lokakarya terkait  ‘Tantangan dan Agenda Pengembangan Ilmu-ilmu Sosial’ dengan narasumber Prof. Vedi Hadiz dari University of Melbourne dan diisi oleh arahan dan Diskusi Via zoom dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. Kegiatan Fordekis kali ini mengangkat tema besar mengenai penguatan peran ilmu sosial dalam merespons dinamika pembangunan nasional, transformasi sosial, serta tantangan tata kelola pendidikan tinggi. Forum tersebut mempertemukan para dekan FISIP dan fakultas rumpun sosial dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mendiskusikan agenda strategis, termasuk pengembangan kurikulum, penelitian kolaboratif, serta penguatan kapasitas kelembagaan. “Fordekis merupakan ruang strategis bagi kami untuk memperkuat sinergi antar-perguruan tinggi. Melalui dialog dan pertukaran gagasan, kita dapat memastikan bahwa FISIP dapat terus memproduksi pengetahuan dan lulusan yang relevan dengan tantangan era sekarang,” ujarnya. Selain sesi pleno dan diskusi panel, kegiatan Fordekis juga diisi dengan perumusan rekomendasi nasional terkait penguatan peran keilmuan sosial dalam proses perencanaan pembangunan, tata kelola demokrasi, hingga penguatan kapasitas daerah dalam menghadapi perubahan sosial dan teknologi. Partisipasi FISIP Untad dalam kegiatan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi baru di bidang riset, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran akademik baik dengan perguruan tinggi nasional maupun mitra internasional yang ikut hadir.

Uncategorized

MAPALA SANTIGI FISIP Untad Sukses Gelar Lomba Lintas Wisata Alam Nasional ke-XI

PALU – Mahasiswa Pecinta Alam Santigi (MAPALA SANTIGI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako sukses menyelenggarakan kegiatan akbar Lomba Lintas Wisata Alam (LLWA) ke-XI Tingkat Nasional Tahun 2025. Kegiatan yang merupakan ajang kompetisi lintas alam ini berlangsung selama lima hari, dari 28 Oktober hingga 01 November 2025, dengan rute menantang yang melintasi Kabupaten Parigi Moutong hingga Kabupaten Sigi. Apel dan Pembukaan oleh Dekan FISIP Acara pembukaan LLWA-XI yang mengusung tagline “Melampaui Batas, Menyatu dengan Alam,” turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Untad, Dr. Muh. Nawawi, M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Muh. Nawawi, M.Si. menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif dan kerja keras MAPALA SANTIGI yang mampu menyelenggarakan kegiatan berskala nasional. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merefleksikan nilai-nilai positif yang diajarkan di FISIP. “LLWA ke-XI ini membuktikan bahwa mahasiswa FISIP tidak hanya unggul dalam kajian sosial dan politik, tetapi juga memiliki ketahanan fisik, leadership, dan rasa cinta yang besar terhadap alam dan lingkungan,” ujar Dr. Nawawi. “Kegiatan ini adalah kontribusi nyata dalam mempromosikan keindahan alam Sulawesi Tengah serta menanamkan etika konservasi yang bertanggung jawab di kalangan generasi muda Indonesia.” Menguji Fisik, Mental, dan Wawasan Lingkungan LLWA-XI Tingkat Nasional diikuti oleh berbagai perwakilan kelompok mahasiswa pecinta alam (MAPALA) dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Selama kompetisi, peserta diuji kemampuannya dalam navigasi darat, teknik survival, pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), dan pemahaman mendalam tentang ekologi alam yang dilintasi. Lomba ini menuntut peserta untuk tidak hanya cepat mencapai garis akhir, tetapi juga disiplin dan mematuhi prinsip-prinsip konservasi. Panitia penyelenggara menjelaskan bahwa rute yang melintasi Kabupaten Parigi Moutong dan Sigi dipilih untuk mengeksplorasi dan mempromosikan keragaman potensi wisata dan kekayaan geografis unik yang dimiliki Sulawesi Tengah. Kesuksesan penyelenggaraan LLWA-XI menjadi cerminan bahwa organisasi mahasiswa di lingkungan FISIP Untad mampu berorganisasi secara profesional dan memberikan kontribusi yang berdampak luas di tingkat nasional.

Info Fisip, Uncategorized

Kuliah Umum Internasional: Membangun Sinergi Kewirausahaan Digital di Era Smart Governance

PALU – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) sukses menyelenggarakan International Public Lecture dengan fokus pada inovasi teknologi dan tata kelola pemerintahan. Acara yang merupakan bagian dari program DIKTISAINTEK BERDAMPAK ini semakin prestisius dengan kehadiran Walikota Palu, Hadianto Rasyid, S.E., yang menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kota terhadap pengembangan Smart City dan kewirausahaan digital. Kuliah umum internasional ini digelar di Aula FISIP Untad pada Kamis, 24 Juli 2025, dan menghadirkan pembicara kunci dari Amerika Serikat, Maria Gonzales, Founder and CEO of Adelante Community Development, Colorado, USA. Sambutan Dekan: Mendorong Lulusan yang Adaptif Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP Untad, Dr. Muh. Nawawi, M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Nawawi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Walikota Palu dan narasumber internasional, serta menekankan pentingnya kuliah umum ini bagi peningkatan kualitas akademik dan relevansi lulusan FISIP. “Era smart governance menuntut FISIP Untad untuk terus beradaptasi. Kuliah umum ini adalah upaya kami membekali mahasiswa dengan wawasan global mengenai sinergi antara kewirausahaan digital dan administrasi publik,” ujar Dr. Nawawi. “Tujuannya, agar lulusan kita tidak hanya siap bekerja di birokrasi konvensional, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong inovasi dan daya saing daerah.” Digital Entrepreneurship dan Sinergi Tiga Pihak Mengangkat tema krusial, “Digital Entrepreneurship In The Era of Smart Governance: Building Synergy Between Government, Private Sector, and Communities,” Maria Gonzales memaparkan pentingnya kolaborasi segitiga—pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat—dalam memanfaatkan kewirausahaan digital untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang cerdas (smart governance). Maria Gonzales menjelaskan bahwa kewirausahaan digital bukan hanya sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga mesin pendorong inklusi sosial dan peningkatan efisiensi layanan publik. Kehadiran Walikota Palu dalam forum ini menunjukkan sinyal kuat dukungan pemerintah daerah terhadap implementasi smart governance di Kota Palu, yang sejalan dengan tema utama kuliah. “Di era smart governance, teknologi harus berfungsi sebagai jembatan, bukan penghalang. Pemerintah harus menciptakan ekosistem regulasi yang adaptif, memungkinkan sektor swasta berinovasi, dan memberdayakan masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen solusi digital,” ujar Gonzales dalam paparannya yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WITA. Relevansi bagi Administrasi Publik Kota Palu Kepala Program Studi Administrasi Publik FISIP Untad Dr. Intam Kurnia, M.Si. menambahkan bahwa tema ini sangat relevan dengan upaya Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan konsep Smart City. “Konsep smart governance menuntut administrator publik tidak hanya menguasai birokrasi, tetapi juga memahami dinamika teknologi dan kewirausahaan. Kehadiran Bapak Walikota memberikan semangat bahwa kajian akademik kami memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan praktis pembangunan Kota Palu,” jelasnya. Acara yang diikuti oleh ratusan mahasiswa dan dosen ini berlangsung interaktif. Walikota Palu juga turut mengapresiasi inisiatif FISIP Untad dalam membuka ruang diskusi global mengenai isu yang sangat strategis bagi masa depan kota. Kuliah umum ini menegaskan komitmen FISIP Untad dalam menghadirkan perspektif global dan memajukan pendidikan berbasis riset dan dampak.

Scroll to Top